Waktu berjanji sudah lewat, saatnya mewujudkan janjiPutaran terakhir Roadshow Bupati Wonosobo pada tiap kecamatan dilaksanakan di Kecamatan Kejajar, jika pelaksanaan pada setiap kecamatan yang telah dilewati dievaluasi, maka partisipasi terendah terjadi di kecamatan Garung, karena tingkat kehadiran peserta sangat minim dibanding kecamatan lainnya.
Banyak kejadian lucu dan menarik di road show, karena ada Bupati, ada banyak pejabat yang kurang pede dan bingung menjawab pertanyaan peserta, ada pejabat yang terburu-buru sms stafnya karena tidak paham jawaban yang harus disampaikan, ada pejabat yang tidak pernah absen ikut terus road show kemana pun Bupati pergi, dari semua itu, penulis yakin, jika tidak ada Bupati, maka jawaban para pejabat terhadap pertanyaan peserta pasti berbeda, biasanya jawaban pejabat begini , bla bla bla …nanti kita kaji, atau ya nanti kita coba usulkan, atau ya terima kasih atas masukannya, atau coba buat surat usulan tertulis,,,,
Terlalu banyak waktu terbuang, terlalu banyak PR yang belum diselesaikan, padahal waktu sudah lewat 4 tahun, salah satu peserta mengatakan dengan setengah berbisik kepada penulis : “seharusnya saat ini bukan lagi waktunya untuk berjanji, tapi saat ini harusnya sudah waktunya mewujudkan janji”…. Dan “memenuhi janji-janji yg belum terpenuhi”, menarik pernyataan peserta tersebut, walau disampaikan dengan hati-hati ke telinga penulis, seolah khawatir terdengar oleh peserta yang lain, yang nampak masih bersemangat menyampaikan usulan pembangunan di desanya.
Rupanya si pembisik gemas dengan apa yang disampaikan oleh pembicara di depan, dia melanjutkan pernyataannya kepada penulis,… coba mas, kenapa baru sekarang dilakukan ? kenapa tidak dari dulu dilakukan ? bukankah waktunya sekarang sudah hampir habis ? apakah ini tulus dilakukan tanpa ada kepentingan apapun ? saya ragu mas ?
Pernyataan-pernyataan si peserta itu seolah menggambarkan keraguan dan penyesalan yang mendalam terhadap kondisi yang terjadi saat ini.
Akhirnya acara pertemuan selesai juga, si peserta nampak bergegas berdiri seolah ingin segera keluar dari ruangan itu, si peserta pun pamit pulang, dan tidak lupa menyalami penulis sambil berbisik…. Maaf ya mas, bukannya saya tidak suka, saya hanya kecewa,… mas paham kan maksud saya kan, penulis tersenyum dan mengangguk.